Senin, 05 September 2022

Modul 6 : Hillock Wrist Rest

 

Sumber: www.kickstarter.com

     Seiring perkembangan teknologi, komputer telah menjadi konsumsi hampir semua orang di dunia dari berbagai kalangan. Penggunaan komputer selama berjam-jam setiap harinya dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pergelangan tangan. Bernard dkk. (1994) dalam tulisannya yang berjudul “Job Task and Psychosocial Risk Factors for Work-Related Musculoskeletal Disorders Among Newspaper Employees” menemukan hubungan antara jumlah jam kerja dengan penggunaan komputer, yaitu terdapat peningkatan risiko gangguan tangan atau pergelangan tangan setelah melakukan pekerjaan mengetik. Selain itu, Demure dkk. (2000) dalam tulisannya yang berjudul “Video Display Terminal Workstation Improvement Program: I. Baseline Associations Between Musculoskeletal Discomfort and Ergonomic Features of Workstations” juga menemukan bahwa penggunaan komputer beserta mouse setiap hari mengakibatkan sakit pada pergelangan tangan. Oleh karena itu, seorang professional mechanic designer dari Jepang merancang sebuah alat untuk meminimalisir terjadinya ketidaknyamanan saat bekerja, yaitu Hillock.

Lalu, apa itu Hillock: Wrist Rest?

Hillock Wrist Rest merupakan sebuah produk sandaran tangan portable yang dapat mencegah dan mengurangi nyeri pada pergelangan tangan yang disebabkan oleh penggunaan mouse yang terlalu lama. Alat ini dirancang dengan ketinggian dan karakteristik yang sesuai untuk mengurangi ketegangan pada pergelangan tangan. Selain itu, wrist rest juga dapat menghindari potensi terkena Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang menyebabkan sakit pergelangan tangan, kesemutan, bahkan mati rasa.

    Hillock wrist rest memiliki produk utama, yaitu Hillock ver.1.0 dengan bahan yang lebih lembut yang dirancang untuk orang yang menggunakan mouse di atas meja sepanjang waktu dan Hillock ver.2.0 dengan bahan yang lebih kaku yang dirancang untuk orang yang menggerakkan mouse dengan kecepatan tinggi atau orang yang ingin membawanya kemana-mana.

Adapun bahan yang digunakan untuk merancang alat ini adalah Engineering Plastics untuk bagian body dan Fluoropolymer base material untuk bagian Low-friction tape.

Kelebihan Hillock 

  • Desain ergonomis

Dengan penemuan rasio median paling tepat yaitu sebesar 16 cm,  Hillock dirancang untuk

mengikuti pergelangan tangan secara alami.

  • Material yang tepat

Menggunakan material PTFE (polytetrafluoroethylene) memungkinkan untuk menghasilkan

produk dengan ultra-low friction terbaik. 

  • Tidak pengap

Meskipun terbuat dari material yang tahan lama, struktur elastis Hillock menopang pergelangan

tangan dengan lembut. Sehingga, berbeda dengan saat memakai jam tangan atau aksesoris

lainnya, pergelangan tangan tidak cepat berkeringat.

  • Mudah dibersihkan

Dibandingkan dengan produk yang dibuat dengan material gel atau cushion, Hillock lebih

mudah untuk dibersihkan. 

  • Praktis

Karena beratnya yang ringan, Hillock dapat dibawa kemana-mana dan dapat dimasukan ke

dalam kantong.




Sumber: 

Kickstarter. (2022). hillock: A SMART ERGONOMIC WRIST REST. Diakses pada 14 Juli 2022. https://www.kickstarter.com/projects/hillock/hillock-a-smart-ergonomic-wrist-rest?ref=discovery&term=ergonomic.

Bernard, B., Sauter, S., Fine, L., Petersen, M., & Hales, T. (1994). Job task and psychosocial risk factors for work-related musculoskeletal disorders among newspaper employees. Scandinavian journal of work, environment & health, 417-426.

Demure, B., Luippold, R. S., Bigelow, C., Ali, D., Mundt, K. A., & Liese, B. (2000). Video display terminal workstation improvement program: I. Baseline associations between musculoskeletal discomfort and ergonomic features of workstations. Journal of occupational and environmental medicine, 783-791.


Modul 5 : Sejarah Alat Penunjuk Waktu

 

Sundial

    Jam Matahari merupakan tertua yang biasa disebut jam Sundial. Pada awal abad ke-20, para arkeolog menemukan Sundial pertama yang diperkirakan telah dibuat sekitar abad 370 SM. Seiring dengan perkembangan waktu para arkeolog mulai menemukan jenis jam matahari lain dan kebanyakan Sundial tersebut ditemukan di daerah Mesir. Salah satu sundial tertua yang ditemukan di daerah Mesir diperkirakan dibuat sekitar tahun 1500 SM dan digunakan oleh Thutmosis III.


Jam Air

    Jam air telah menjadi standar pengukuran waktu di Cina sejak sekitar tahun 200 SM. Pada tahun 1500 SM, penduduk mesir juga menggunakan jam air yang diberi nama Clepsydra. Alat ini terdiri dari tabung kerucut yang menyempit ke dasar dengan sebuah lubang di sisi dekat alas. Ketika air mengalir melalui lubang, turunnya permukaan air dalam tabung kerucut memberi ukuran jangka waktu yang terlampaui. Jam air paling canggih pertama kali ditemukan di zaman kejayaan Islam yang dibuat oleh Al-Jaziri pada tahun 1136-1206 yang berbentuk gajah dan bisa menghasilkan suara tiap jam.

Jam Pasir
\
    Pada zaman dahulu di Inggris, jam pasir digunakan untuk mengetahui panjang khotbah seorang pendeta di gereja. Pada tahun 1300 SM, Ctesibius dari Alexandria membuat jam dengan menggunakan instrumen berupa pasir. Hourglass atau jam pasir terdiri dari dua kaca gembung yang diisi pasir halus dan dihubungkan oleh pipa sempit. Pasir di dalam tabung jam akan jatuh ke bawah melewati bagian tabung yang sempit untuk menunjukkan waktu tertentu. Kemudian, tabung jam pasir dibalik 180 derajat untuk mengulangi pengukuran waktu. Faktor yang berpengaruh dalam menunjukkan waktu adalah volume tabung, jenis kualitas pasir, dan lebar leher tabung.

Jam Astroble
    Jam astrolabe pertama kali ditemukan pada awal abad ke-14 Masehi oleh seorang astronom muslim dari Arab yakni Ibnu al-Shatir. Jam astrolabe merupakan jam berukuran besar dan sedikit rumit yang berpatokan pada astronomi. Selain digunakan untuk sebagai penunjuk waktu, jam ini juga digunakan sebagai kalender tahunan serta memprediksikan letak matahari, bintang, dan planet. Dalam perkembangannya jam astrolabe digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk menentukan kiblat, waktu shalat, dan waktu awal ramadhan dalam Islam.

Jam Mekanik
    Jam dengan alat berat pertama kali diciptakan oleh Ibnu Khalaf al-Muradi dari Islam Spanyol. Ilmuwan Muslim yang menciptakan jam mekanik lainnya adalah Taqi al-Din. Jam mekanik ciptaannya dituliskan dalam The Brightest Stars for the Construction of Mechanical Clocks. Dalam bukunya, Taqi al-Din menguraikan konstruksi jam yang dikendalikan pemberat dengan mekanisme gerak berupa verge an foliot, suatu rangkaian gir yang berdetak, sebuah alarm, dan pemodelan fase-fase bulan. Pada mesin jam mekanik, semua komponennya saling berhubungan secara mekanik dan tidak ada satupun komponen elektronik di dalamnya.

Jam Modern

    Jam analog dan jam digital merupakan jam yang digunakan hingga saat ini. Jam analog bekerja secara manual. Waktu ditunjukkan oleh tiga buah jarum yang berputar dan mengarah pada angka-angka di sekeliling jam. Selain menunjukkan jam, jam analog juga menunjukkan menit dan detik. Sedangkan, jam digital dijalankan secara elektronik dan menampilkan waktu dalam digital. Beberapa kelebihan jam digital dibanding jam analog adalah lebih mudah dibaca. Selain itu, memiliki ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan jam analog, yaitu hingga milidetik. Jam digital dibuat pertama kali pada tahun 1950 oleh sebuah perusahaan Amerika bernama The Hamilton Watch Co of Lancaster, Pennsylvania.



Sumber :
Jannah, E. U., & Rohmah, E. I. (2019). Sundial dalam Sejarah dan Konsep Aplikasinya.




Modul 4 : Stress VS Burnout

 foto

Sumber: http://surl.li/clmti 

    Saat ini, kelelahan tampaknya sudah tidak asing bagi para pekerja. Seiring dengan ketidakmampuan pekerja untuk memenuhi tuntutan kerja dapat mengakibatkan stres. Seseorang akan berusaha untuk mengelola stres tapi belum tentu berhasil melakukannya, hal ini akan mengakibatkan seseorang terbelenggu dalam situasi yang memperburuk kondisi fisik maupun mentalnya. Seseorang yang mengalami stres yang tinggi pada pekerjaan cenderung lebih merasa lelah terhadap apa yang dia kerjakan, sehingga dapat menimbulkan penurunan kinerja dalam pekerjaannya, kondisi ini dinamakan burnout. Maka dari itu, pekerja perlu mempersiapkan strategi untuk mempertahankan dirinya di perusahaan.

Apa sih ‘Stres’ itu?

Sumber: https://nsd.co.id/assets/img/artikel/STRES.jpg

    Stres adalah respon individu terhadap keadaan-keadaan dan peristiwa-peristiwa yang mengancam dan menekan individu serta mengurangi kemampuan-kemampuan mereka menghadapinya (Santrock, 2002). Stres terjadi di lingkungan eksternal dan mempengaruhi seseorang sehingga mengakibatkan penurunan kesehatan fisik dan mental seseorang (Segerstrom & O’Connor, 2012).

Sumber stres kerja yang dialami oleh seorang karyawan setidaknya ada 3 (Robbins, 2007).

Sumber stres kerja tersebut antara lain:

  1. Tuntutan tugas

Faktor ini mencakup desain pekerjaan individu itu (otonomi, keragaman tugas, tingkat otomatisasi), kondisi kerja, dan tata letak fisik. Makin banyak kesalingtergantungan antara tugas seseorang dengan tugas orang lain, maka semakin besar potensial untuk terjadi stres.

  1. Tuntutan peran

Stres kerja yang berhubungan dengan tekanan yang diberikan pada seseorang sebagai suatu fungsi dari peran tertentu yang dimainkan dalam organisasi tertentu. Konflik peran menciptakan harapan-harapan yang hampir pasti tidak dapat diwujudkan atau dipuaskan. Jika hal itu sampai terjadi pada karyawan maka dapat dipastikan karyawan akan mengalami ketidakjelasan mengenai apa yang harus dikerjakan.

  1. Tuntutan pribadi

Kurangnya dukungan sosial dari rekan-rekan kerja dan hubungan antar pribadi yang buruk dapat menimbulkan stres yang cukup besar, terutama dengan pekerja lain dengan kebutuhan sosial yang tinggi.

Apa sih ‘Burnout’ itu?

Sumber: http://www.shorturl.at/cFM01

Banyaknya pekerjaan yang tak kunjung terselesaikan menjadi pemicu munculnya gejala burnout. Untuk burnout sendiri disebabkan oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian prestasi pribadi.

Burnout merupakan sindrom kelelahan, baik secara fisik maupun mental yang termasuk di dalamnya berkembang konsep diri yang negatif, kurangnya konsentrasi serta perilaku kerja yang negatif (Pines & Maslach, 1993). Keadaan ini membuat suasana pekerjaan menjadi kurang nyaman, performansi menurun, prestasi pekerja menjadi tidak maksimal, dan lain-lain. Burnout atau kelelahan kerja juga dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara usaha dengan apa yang di dapat oleh pekerja.


    Tips untuk mengurangi ‘Stress and Burnout

  1. Mengetahui batasan diri untuk menjaga mental yang sehat.

  2. Melakukan hobi agar tidak memikirkan pekerjaan terus-menerus yang berujung terjadi nya stres dan burnout.

  3. Meningkatkan self-efficacy. Dengan memiliki self-efficacy, Ergofams dapat meyakini bisa mencapai tujuan-tujuan dan menyelesaikan pekerjaan yang ada.

  4. Melakukan mindfulness, hal ini pun dapat menjaga Ergofams untuk fokus pada tanggung jawabmu saat ini, bukan yang lain.

  5. Menerapkan gaya hidup sehat. Tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi gaya hidup sehat juga baik untuk kesehatan mental. Misalnya dengan melakukan olahraga rutin, konsumsi makanan seimbang, dan tidur yang cukup.




Referensi

Atmaja, I. G. I. W., & Suana, I. W. (2019). Pengaruh Beban Kerja Terhadap Burnout dengan Role Stres Sebagai Variabel Mediasi Pada Karyawan Rumours Restaurant, 8, 1-30. Cara Mencegah Burn Out agar Mentalmu Tetap Sehat. (2021, December 20). Glints. Retrieved July 9, 2022, from https://glints.com/id/lowongan/cara-mencegah-burn-out/#.Ysj73-xBwUo Samodro, E. (2018). HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI, 1-20. Vidal, B. A. T. (2019). Stress and Burnout: Empathy, Engagement, and Retention in Healthcare Support Staff. Walden University.



Modul 3 : Aplikasi Pendeteksi Kantuk Berbasis Android Menggunakan Smartband

 

Sumber: https://www.mi.co.id/id/miband2/

  

     Tubuh manusia dirancang untuk dapat melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Dengan bekerja, berarti tubuh akan menerima beban dari luar. Beban kerja merupakan volume atau jumlah pekerjaan yang dimiliki oleh seorang pekerja. Jika volume kerja berlebih maka akan menyebabkan kelelahan, meningkatkan stres, dan bahkan menyebabkan rasa sakit fisik. Menurut Wignjosoebroto (2000) kelelahan kerja merupakan menurunnya proses efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan/ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan. Untuk mengurangi kelelahan, tubuh memerlukan istirahat dari waktu kerja yang lama dan kondisi kurang tidur atau kantuk. Kantuk adalah kondisi dimana tubuh memiliki kecenderungan rasa hendak tidur, yang dapat menurunkan performansi manusia salah satunya ketika seorang pengemudi mengantuk saat berkendara yang dapat mengakibatkan kecelakaan dan membahayakan nyawa seseorang.

Aplikasi pendeteksi kantuk berbasis android merupakan aplikasi yang ditujukan kepada pengemudi dan bertujuan untuk menyadarkan pengemudi yang sedang mengalami keadaan mengantuk. Aplikasi pendeteksi kantuk ini menggunakan alat bantu yaitu smartband dari Xiaomi Mi Band 2. Smartband digunakan untuk mengambil denyut jantung pengemudi kemudian akan dikirim ke smartphone untuk dapat dihitung kembali denyut jantung pengemudi tersebut. Jumlah denyut jantung orang normal pada umumnya berkisaran antara 60 - 100 bpm dan apabila denyut jantung pengemudi berada di bawah normal atau kecil dari 60 bpm maka pengemudi akan dinyatakan mengantuk dan smartphone akan mengirimkan fungsi untuk menampilkan notifikasi atau alert kantuk dan menggetarkan Mi band.

Bagaimana perancangan cara kerjanya? 


Berikut adalah deskripsi dari gambar 3.1 arsitektur sistem:

  1. Pengemudi adalah aktor yang menggunakan Mi Band 2 dan perangkat akan mengambil data detak jantung pengemudi dan dikirim ke smartphone.
  2. Smartphone akan menyambungkan mi band melalui bluetooth dan mengolah data denyut nadi, jika pengemudi dinyatakan mengantuk maka smartphone akan menandai titik kantuk dengan mengakses ke google maps API.
  3. Melalui jaringan internet akan mencari titik lokasi keberadaan pengemudi yang mengantuk.
  4. Setelah data kantuk diketahui maka smartphone akan request data lokasi ke google maps API. Melalui jaringan internet google maps API akan mengirim data lokasi ke web service.
  5. Web Service merupakan perangkat yang akan menerima data yang dikirim dari smartphone.
  6. Data yang dikirim ke web service akan disimpan di database. Web Service akan meminta data untuk dikirimkan ke admin. Melalui jaringan internet admin akan menerima data dari web service. Admin menerima data yang dikirim dari web service.
  7. Setelah diketahui titik koordinat maka akan dikirim ke smartphone. Smartphone akan menerima data lokasi untuk istirahat dan untuk mengaktifkan alert peringatan kantuk. Smartphone akan mengirimkan perintah ke mi band melalui bluetooth. Mi band 2 akan bergetar.
Smartphone akan menyambungkan mi band melalui bluetooth dan mengolah data denyut nadi, jika pengemudi dinyatakan mengantuk maka smartphone akan menandai titik kantuk dengan mengakses ke google maps API. Melalui jaringan internet akan mencari titik lokasi keberadaan pengemudi yang mengantuk. Setelah data kantuk diketahui maka smartphone akan request data lokasi ke google maps API. Melalui jaringan internet google maps API akan mengirim data lokasi ke web service. Web Service merupakan perangkat yang akan menerima data yang dikirim dari smartphone. Data yang dikirim ke web service akan disimpan di database. Web Service akan meminta data untuk dikirimkan ke admin. Melalui jaringan internet admin akan menerima data dari web service. Admin menerima data yang dikirim dari web service. Setelah diketahui titik koordinat maka akan dikirim ke smartphone. Smartphone akan menerima data lokasi untuk istirahat dan untuk mengaktifkan alert peringatan kantuk. Smartphone akan mengirimkan perintah ke mi band melalui bluetooth. Mi band 2 akan bergetar.


Aplikasi pendeteksi kantuk memberikan kemudahan dalam menyadarkan pengemudi yang sedang dalam keadaan mengantuk. Selain itu, alat ini mempermudah dalam memberikan informasi kepada bagian ADM mengenai pengemudi mana saja yang seringkali mengantuk dalam perjalanan dan juga mengenai jarak rata – rata pengemudi mengalami rasa kantuk. Manfaat lain yaitu aplikasi ini juga membantu dalam memberikan informasi kepada pengemudi mengenai beban kerja atau VO2.



Sumber: 

Jainal, A. (2018). Pembangunan Aplikasi Pendeteksian Kantuk Pada Po. Cv. Tebo Mandiri

Baru Berbasis Android (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia).


Modul 2 : Perancangan Perangkat Lunak Perhitungan Biomekanika Kerja dengan Microsoft Visual Basic 6.0

 

Sumber : https://www.techcelup.com/tag/vb/

Biomekanika adalah ilmu yang menggunakan hukum-hukum fisika dan mekanika teknik untuk mendeskripsikan gerakan pada bagian tubuh kinematik dan memahami efek gaya dan momen yang terjadi pada tubuh kinetik (Chaffin dkk., 2012). Dalam perhitungan biomekanika diperlukan tingkat akurat yang memadai sehingga terciptalah suatu inovasi yang memanfaatkan kecanggihan teknologi berupa Microsoft Visual Basic 6.0. Microsoft Visual Basic 6.0 merupakan inovasi perancangan perangkat lunak dalam melakukan perhitungan biomekanika kerja. Software ini memiliki karakteristik yaitu ukuran bentuk besar, ukuran huruf besar, gambar visual jelas, tombol reset berjarak terpisah dari tombol, pesan error menggunakan bahasa Indonesia, posisi tombol disesuaikan, tombol reset dibuat kecil, dan tombol terlihat sederhana. Besarnya ukuran form pada perangkat lunak dimasukkan agar pengguna dapat dengan mudah melihat tampilan formulir dan petunjuk pada perangkat lunak untuk memudahkan melihat instruksi dalam perangkat lunak. Tombol reset pada software diberi jarak dan dibuat lebih kecil dari tombol lainnya agar konsumen tidak mengklik tombol reset dimana memudahkan pemahaman jika ada kesalahan input data. Posisi tombol dapat disesuaikan dan tombol dibuat sederhana untuk kemudahan penggunaan perangkat lunak.  Dalam aplikasi ini kita dapat menghitung metode yang digunakan dalam biomekanika kerja seperti Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Rapid Entire Body Assessment (REBA), Recommended Weight Limit (RWL), dan Lifting Index (LI). Pembuatan Microsoft Visual Basic 6.0 memiliki beberapa tahapan yaitu,

  1. Identify customer needs

  2. Desain sistem dan perangkat lunak

  3. Implementasi

  4. Pengujian sistem Microsoft Visual Basic 6.0


Setelah melewati keempat tahapan tersebut, inovasi Perancangan Perangkat Lunak Perhitungan Biomekanika Kerja dengan Microsoft Visual Basic 6.0 memiliki desain perangkat lunak sebagai berikut,

Dimana adapun tahap pengoperasian dalam menggunakan Software Microsoft Visual Basic 6.0 yaitu,

a. Jika memilih menggunakan perhitungan biomekanika kerja dengan metode Recommended Weight Limit (RWL) dan Lifting Index (LI) maka tampilan pada Software Microsoft Visual Basic 6.0 yaitu,
b.Jika memilih menggunakan perhitungan biomekanika kerja dengan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) maka tampilan pada Software Microsoft Visual Basic 6.0 yaitu,

c. Jika memilih menggunakan perhitungan biomekanika kerja dengan metode Rapid Entire Body Assessment  (REBA)  maka tampilan pada Software Microsoft Visual Basic 6.0 yaitu,

Software telah dilakukan uji coba pada sistem operasi (OS) windows dimana dengan melakukan pengujian lebih lanjut dengan H0 dan H1 dengan tingkat kepercayaan 95%. Dimana berdasarkan pembuatan software Microsoft Visual 6.0 dan melakukan analisis perangkat lunak yang dilakukan dimana dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perangkat lunak perhitungan biomekanik, perhitungan RWL, LI, RULA, dan REBA dapat diselesaikan dengan cepat, serta akurasi perhitungan lebih tinggi dari perhitungan manual. Dimana software ini akan terus melakukan pengembangan dimana dapat menghitung sudut posisi kerja operator dengan menyertakan gambar atau foto posisi kerja operator.



Referensi : 

Fataya, M. A. B., Tiara, T., & Perdana, S. (2022). Perancangan Perangkat Lunak Perhitungan Biomekanik dengan Microsoft Visual Basic 6.0. STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi), 6(3), 297-304.

Fox, R. R., Lu, M. L., Occhipinti, E., & Jaeger, M. (2019). Understanding outcome metrics of the                         revised NIOSH lifting equation. Applied ergonomics, 81, 102897.

Modul 0 : Susunan Keyboard “QWERTY”

 

sumber: bp-guide.id, 2018.

Sejarah Susunan Keyboard “QWERTY”

Keyboard adalah unit input dalam pemrosesan data dan informasi ke sistem komputer yang memiliki susunan huruf, angka, dan fungsi kontrol lainnya. Semua saklar dipasang dengan sempurna pada keyboard yang terhubung ke sistem komputer. Keyboard berfungsi untuk memasukkan teks, huruf, angka, dan karakter khusus lainnya. Penciptaan keyboard berawal dari model mesin tik yang ditemukan oleh Christopher Latham Sholes pada tahun 1868. Keyboard yang digunakan saat ini adalah tipe QWERTY yang ditemukan oleh Sholes, Glidden, dan Soule pada tahun 1878. Keyboard QWERTY telah menjadi standar mesin ketik komersial pada tahun 1905. Kemudian pada tahun 1973, keyboard ini diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Organization for Standardization). Keyboard QWERTY didesain dengan 6 huruf berurutan yang disusun pada baris kedua tombol alfanumerik. Tombol yang paling banyak digunakan ditempatkan terpisah, hal ini bertujuan untuk memudahkan pengetikan dan meminimalkan kemacetan.

    Tata letak QWERTY dirancang dan dibuat oleh Christopher Latham Sholes di mesin tik manual. Sholes adalah seorang editor dan pencetak surat kabar dari kota Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat. Semua keyboard, baik yang ditampilkan di layar smartphone ataupun berupa perangkat keras di komputer menggunakan susunan huruf yang dijuluki sebagai “QWERTY”. Disebut demikian karena huruf “Q”, “W”, “E”, “R”, “T”, dan  “Y” adalah deretan huruf pertama yaitu bagian sebelah kiri atas dari susunan keyboard tersebut.


Alasan Menggunakan Susunan “QWERTY”

Pada mulanya, konfigurasi keyboard asli yang dirancang oleh Christopher Latham Sholes bukanlah QWERTY, namun tata letak keyboard disusun berdasarkan alfabet. Ketika dua tuts ditekan bersamaan atau dalam waktu berdekatan, hammer atau batang yang berfungsi untuk mencetak tinta huruf di kertas bisa saling bertumpuk. Alhasil, mesin tik macet dan menghambat proses pengetikan. Dari permasalahan tersebut, Christopher Latham Sholes Bersama rekan-rekannya, Carlos Glidden dan Samuel W menemukan ide untuk merombak susunan huruf. Kemudian, mereka mengajukan sebuah paten yang mendeskripsikan bagaimana tuts bersusunan “QWERTY” bisa mengurangi kerusakan mesin tik, namun tanpa mengurangi efisiensi pengetikan.

    Tata letak QWERTY disesuaikan pada beberapa negara, seperti “QZERTY” di Itali, “AZERTY” di Perancis, dan “QWERTZ” di Jerman. Tata letak ini dianggap kurang efisien karena memperlambat juru tulis dalam mengetik. Walaupun demikian, tata letak susunan QWERTY dapat mengurangi frekuensi typebar yang mengganjal dan menyebabkan macet pada mesin ketik. Kemudian, muncul sejumlah usulan mengenai tata letak yang radikal, seperti Keyboard Dvorak, Klockenberg, Maltron, Stenotype, dan Keyboard Palantype. Namun, dari semua jenis keyboard berdasarkan efisiensi dari tata letak susunan hurufnya, susunan QWERTY masih menjadi yang paling efisien.  Hingga saat ini, keyboard QWERTY masih menjadi keyboard yang paling banyak digunakan oleh pengguna baik komputer ataupun perangkat keras lainnya di seluruh dunia.


Sumber:

Qulsum, N. O. (2021). Perangkat Keras Komputer (Hardware) Keyboard.

Modul 6 : Posture Corrector

Sumber: www.supportplus.com   Salah satu masalah yang kerap terjadi dalam bidang kesehatan adalah nyeri di bagian punggung atau tulang belak...